ENCODING SCHEMA
POLA-POLA ENCODING
Assalamualaikum Wr. Wb
Hai bertemu lagi dengan saya kali ini saya akan membahas tentang pola encoding schema signal
Pola-pola encoding schema
1) NRZ-L (Non Return to Zero-Level)
yaitu suatu kode dimana tegangan negatif dipakai untuk mewakili suatu
binary dan tegangan positif dipakai untuk mewakili binary lainnya.
Contoh soal
Berapa nilai kode biner pada grafik sinyal berikut
jawaban :
seperti yang kita tahu bahwa pada NRZ-L sinyal akan mengalami transisi jika terjadi perubahan nilai bit dari 0 ke 1 atau dari 1 ke 0. sehingga jawaban soal tersebut adalah
2) NRZ-I (Nonreturn to Zero Inverted)
Yaitu suatu kode dimana suatu transisi (low ke high atau high ke low ) pada awal suatu bit akan dikenal sebagai binary 1 untuk bit time tersebut, tidak ada transisi berarti binary 0. Ketika nilai bit berubah menjadi 1 maka akan terjadi perubahan/transisi
baik dari low ke high atau dari high ke low. Namun, jika nilainya 0 tidak
terjadi perubahan/transisi.
contoh soal
Komunikasi sistem
jaringan menggunakan fast-ethernet dengan menggunakan pengkodean NRZ-I.
Kecepatan pengiriman data adalah 100 Mbps. Berapa kecepatan pengiriman sinyal
dari sistem tersebut?
Jawaban:
R=100 Mbps dan m=1.
Maka S= R/2 = 100 Mbps/2 =
50 Mbaud
3) Bipolar-AMI
Pengkodean
bipolar dibuat untuk mengeliminasi kekurangan-kekurangan yang ada pada NRZ.
Pada pengkodean AMI, elemen data dengan bit 1 direpresentasikan oleh sinyal
yang beriversi bolak balik dari tegangan positif ke tegangan negatif atau
sebaliknya dari tegangan negatif ke tegangan positif. Sedangkan elemen data
dengan bit 0 direpresentasikan oleh tegangan 0 volt.
Ketika terjadi perubahan nilai bit sinyal juga akan berubah baik naik/turun(high/low). Untuk nilai bit 0 jika sama tidak mengalami transisi. Namun, hal ini tidak berlaku untuk nilai bit1 walaupun nilai nya sama sinyal tetep berubah(mengalami transisi).
Ketika terjadi perubahan nilai bit sinyal juga akan berubah baik naik/turun(high/low). Untuk nilai bit 0 jika sama tidak mengalami transisi. Namun, hal ini tidak berlaku untuk nilai bit1 walaupun nilai nya sama sinyal tetep berubah(mengalami transisi).
Contoh soal
Pada sistem
komunikasi dengan memanfaatkan jalur komunikasi T1 menggunakan pengkodean
digital AMI untuk pengiriman data dengan kecepatan 1,544 Mpbs. Berapa kecepatan
pengiriman sinyal pada T1 tersebut?
Jawaban:
Pada pengkodean AMI diketahui m=1.
Maka kecepatan pengiriman sinyal S=R/2 = 0,772 Mbaud.
4) Pseudoternary
Pada pengkodean
peudoternary, elemen data dengan bit 0 direpresentasikan oleh sinyal yang
beriversi bolak balik dari tegangan positif ke tegangan negatif atau sebaliknya
dari tegangan negatif ke tegangan positif. Sedangkan elemen data dengan bit 1
direpresentasikan oleh tegangan 0 volt.
Ketika terjadi perubahan nilai bit dari 0 ke 1 atau dari 1 ke 0 maka
sinyal mengalami transisi ke bawah (low). Jika nilai bit 0 sama sinyal
akan berubah keatas (high). Namun, tidak
berlaku jika nilai bit 1 yang sama sinyal tidak mengalami transisi.
5) Manchester
Pengkodean Manchester membagi durasi bit menjadi dua bagian. Level tegangan akan berubah saat separo dari durasi bit terlampaui.
Sinyal yang merepresentasi bit 0 berubah dari tegangan positif (+V) menjadi
tegangan negatif (- V), sedangkan bit 1 direpresentasikan dengan perubahan
sinyal dari tegangan negatif (-V) menjadi tegangan positif (+V)
Ketika terdapat perubahan nilai bit dari 0 ke 1 atau 1 ke 0 maka sinyal
akan berubah kebawah tepat di bit 0 dan berubah keatas tepat bit 1. Namun,
Ketika terdapat nilai bit yang sama untuk 0 dan 0 terjadi perubahan ke bawah
tepat dibit 0 dan keatas tepat ditengah antara kedua bitdan turun lagi tepat dibi
0. Dan sebaliknya, untuk bit 1 dan 1 terjadi perubahan ke atas tepat dibi 1 dan
perubahan ke bawah tepat diantara kedua bit dan berubah lagi ketas tepat dibit
1.
Contoh soal
Jaringan Local
Area Network (LAN) menggunakan Ethernet dengan kecepatan pengiriman data 10
Mbps. Apabila pengkodean Manchester digunakan, berapa kecepatan pengiriman
sinyal jaringan Ethernet?
Jawaban:
Pengkodean Manchester menggunakan m=1/2.
Maka kecepatan sinyal S=R=10 Mbaud
6) Differential Manchester
Pada pengkodean
differential manchester selain terdapat perubahan sinyal pada separo dari
durasi bit, juga terdapat inversi sinyal pada saat bit berikut adalah bit 0.
Apabila bit berikut adalah bit 1, maka tidak ada inversi sinyal.
Referensi
http://virdha91.blogspot.com/2011/01/pola-pola-encoding-deteksi-eror-dan.html
https://arfen411.wordpress.com/2011/02/10/teknik-encoding/









Komentar
Posting Komentar